Dibandingkan dengan periode liburan lainnya, akhir tahun masih jadi favorit orang untuk dihabiskan dengan liburan panjang. Selain karena momen Natal dan tahun baru yang berdekatan, banyak event-event spektakuler yang diselenggarakan di momen ini, mulai dari pertunjukan kembang api hingga konser musik. Nggak heran, kalau sebagian orang mungkin sampai bela-belain nabung, apply pinjaman tunai, hingga ambil cicilan liburan demi bisa pergi liburan akhir tahun ke destinasi impian.

Namun, apalah arti senang-senang selama liburan jika pada akhirnya menyisakan utang. Kesenangan di akhir tahun yang nggak diiringi dengan kontrol diri dan pengaturan keuangan yang baik, berpotensi besar bikin keadaan finansialmu berantakan setelahnya. Nggak mau, kan, sepanjang tahun berikutnya setelah liburan akhir tahun, masih harus bayar cicilan ini dan itu? Maka dari itu, yuk pangkas hal-hal berikut ini agar euforia liburan akhir tahunmu tidak menyisakan beban apa pun.

Gengsi dan keinginan show off di media sosial

Hidup di era media sosial, memang tidak mudah. Bahkan, banyak ahli dari berbagai bidang studi yang sedang dalam proses meneliti dampak yang ditimbulkan dari media sosial terhadap kehidupan dan pribadi manusia sebagai penggunanya itu sendiri. Penilaian sepihak atau judgment mungkin adalah efek yang paling nyata dari media sosial saat ini.

Contohnya, si A yang selalu posting hal-hal mewah, pergi ke sana sini, diasumsikan sebagai orang yang hidupnya selalu bahagia hingga kaya raya. Sebaliknya, si B yang nggak pernah posting hal apa pun diasumsikan sebagai orang yang nggak pernah liburan atau bahkan nggak “eksis”. Padahal, mungkin saja tidak demikian realitanya. Apa yang kita lihat di media sosial belum tentu sama atau sebanding dengan realita yang dijalani.

Media sosial juga berefek mendorong sebagian orang untuk berupaya memiliki kehidupan seperti orang lain atau bahkan menunjukkan bagian terbaik dalam hidupnya. Apakah ini hal yang salah? Tentu tidak, selama ketika kita melakukan hal tersebut, tidak ada hal-hal yang dipaksakan atau dikorbankan yang berujung pada menyusahkan diri sendiri. Misalnya, realitanya, kita nggak mampu untuk selalu pergi hangout setiap akhir pekan seperti teman-teman lain, tapi karena tuntutan media sosial dan demi postingan estetik, jadi bela-belain pakai kartu kredit demi bisa memenuhi tuntutan tersebut. Pada akhirnya, yang harus kita hadapi adalah tagihan kartu kredit yang menumpuk di akhir bulan. Postingannya sendiri mungkin sudah menguap dan terlupakan. Tapi billing kartu kredit tetap berjalan selama belum dibayarkan.

Hal yang sama berlaku juga untuk liburan. Kalau kondisinya tidak memungkinkan bagi kamu untuk menginap di hotel bintang 4, dan hanya bisa di hotel bintang 3 atau hostel, maka jangan dipaksakan. Begitu juga dengan destinasi tujuan. Nggak masalah kok kalau kamu  nggak bisa liburan ke luar negeri seperti si A. Sebab, pada intinya, liburan adalah aktivitas hiburan yang bisa membantu kamu refreshing dan refleksi diri setelah setahun penuh lelah dengan pekerjaan.

Rasa nggak enak karena nggak beli oleh-oleh

Yang satu ini memang ibarat buah simalakama. Kalau nggak beli bisa diomongin, kalau dibeliin pun bujetnya jadi bengkak karena harus beli untuk si A di kantor, si B teman di rumah, keluarga, dan masih banyak lagi. Yang penting untuk diingat, oleh-oleh bukanlah hal yang wajib masuk anggaran liburan. Nggak perlu merasa nggak enak kalau nggak bawa oleh-oleh, sebab, teman dan rekan yang baik, idealnya bisa memahami kondisimu. Balik lagi, your budget your rules. Maksimalkan bujet liburan akhir tahun untuk kepentinganmu sendiri supaya alokasinya jadi tepat sasaran dan tidak menimbulkan utang setelahnya.

Hal lain yang bisa jadi alternatif terkait oleh-oleh kalau kamu mau hemat: jangan bedakan oleh-oleh untuk si A, si B, dan si C. Beli aja satu produk khas dari destinasi wisata yang kamu kunjungi, entah itu makanan atau cinderamata lokal. Biasanya, harganya akan lebih murah jika kamu beli dalam jumlah banyak.

Hasrat berbelanja yang berlebihan

Nah, buat kamu yang bertujuan wisata belanja di liburan akhir tahun kali ini, jangan sampai kalap juga ya! Berbelanja memang bisa jadi aktivitas yang menurunkan stres dan meningkatkan rasa senang. Jangan sampai saking senangnya, semua barang yang nggak dibutuhkan juga ikutan dibeli. Apalagi kalau destinasi liburanmu ke luar negeri yang memang jadi surga belanja seperti Bangkok. Supaya nggak bikin bangkrut, yuk susun dulu anggaran untuk belanja dan juga barang apa saja yang mau kamu beli selama liburan! Hilangkan mindset “mumpung di sini”. Ganti dengan mindset “Tahun depan masih bisa balik lagi, kok”. Ini akan membantu kamu berhemat dan termotivasi untuk menabung lebih banyak.

Kredivo, Aplikasi Pinjaman Tunai & Kredit Online untuk Berbagai Kebutuhan Termasuk Liburan

Beli akomodasi liburan akhir tahun, nggak perlu bayar tunai langsung. Kalau mau lebih hemat, kamu bisa andalkan fitur cicilan. Bisa pakai kartu kredit atau akses kredit online Kredivo yang sudah bermitra dengan banyak online hingga offline travel agent seperti tiket.com, pegipegi.com, Blibli Travel, Panorama Tours dan masih banyak lagi. Hanya dengan download aplikasi Kredivo di Google Play Store atau App Store, kamu bisa daftar akun Kredivo sekarang dan berkesempatan mendapat limit hingga Rp 30 juta apabila memilih akun Premium.

Sebagai kredit online, Kredivo menerapkan tingkat suku bunga yang terbilang rendah, hanya 2,95% per bulan untuk cicilan barang, akomodasi liburan, hingga pinjaman dana tunai. Opsi tenor yang tersedia untuk cicilan mulai dari 3, 6, hingga 12 bulan, tanpa uang muka. Kamu juga bisa ajukan pinjaman tunai di Kredivo selama limitmu masih mencukupi, mulai dari Rp500.000 untuk jenis pinjaman mini dan mulai dari Rp 1 juta untuk pinjaman jumbo. Tersedia tenor mulai 30 hari, 3 bulan, dan maksimal 6 bulan untuk pinjaman tunai di Kredivo. Yuk, coba sekarang!